Langsung ke konten utama

Buka

Buka

Tiga tahun lalu, bootlegculture mengumumkan kalau gulung tikar. Sekarang, saya putuskan untuk balik lagi dengan berbagai alasan. Sebagian alasan memang bersifat pribadi, karena awalnya memang bootlegculture adalah blog pribadi, bukan media apalagi portal berita online.

Ada yang pergi, ada juga yang kembali.

Pada postingan "Tutup", Tristan menginfokan kalau tulang punggung bootlegculture, Jane, sudah lama sakit. Dan ya, komorbid Covid-19 menyerang beliau. Rest in peace, Jane.

Ya, ini satu alasan saya balik menghidupkan lagi blog ini, meski bukan dengan nama yang sama.

Single fighter

Setelah bootlegculture tutup, kami semua lost contact. Masing-masing dari kami diberi backup file blog dan dipersilahkan jika pada akhirnya mau lanjut lagi dan jangan lupa untuk menghubungi kontributor yang lain.

Saya sudah menghubungi rekan kontributor lain, namun tidak ada yang merespons. Ya sudah, tidak apa-apa.

Saat ini, Kalcr berdiri dengan saya sendiri sebagai kontributornya.

Jika kalian menemukan banyak kemiripan gaya menulis saya dengan Jane, ya karena memang influence paling banyak datang dari beliau.

Mengapa Kalcr, bukan bootlegculture?

Memang, waktu saya cek metriks SEO untuk domain bootlegculture.com, hasil kerja keras kami masih menempel, alias metriksnya (contoh: authority) belum hilang sepenuhnya. Namun, pada akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan nama Kalcr. Mengapa?

Stance saya saat ini berbeda dengan kontributor lain dahulu. Yang paling mencolok....

Saya juga menggunakan barang KW! Tentu saja juga menggunakan produk original, kok.

Jadi sudah jelas kalau beda latar belakang, Secara umum, saya tidak membenci produk KW dan ingin memusnahkannya. Ya selain tidak mungkin, in a nutshell ya saya tidak punya malu saja kali ya. Hal kaya gini diakui di postingan blog pertama setelah sekian lama hehehe.

Selain itu, ke depannya saya berharap untuk bisa memperluas lagi topik bahasan yang Kalcr sajikan, yang tidak melulu tentang fashion dan apparel. Tidak juga melulu tentang "budaya" masyarakat Indonesia yang menggunakan produk palsu.

180 derajat

Kalcr, bagaikan versi dark mode dari bootlegculture.

Siapa sangka, blog yang 5 tahun lalu tujuannya adalah untuk mengurangi pengguna barang KW, sekarang hadir kembali, meski dengan nama berbeda, sebagai pengguna barang KW.

Lebih jujur (brutally honest), lebih objektif -sentris- (karena saya pengguna ori dan kw), lebih bonek (might be doing and sharing some illegal stuff in the future), dan lebih personal.


"So much drama for that little snobby blog." Semoga saja tidak ada warganet yang berpikiran seperti ini, hehe.

So long,

Bona.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Cek Keaslian Sepatu Timberland: Panduan Legit Check Boots Original vs Palsu

Beli Timberland boots di marketplace tanpa verifikasi dulu itu berisiko tinggi. Harga Timberland 6-Inch Premium Waterproof Boot yang asli mulai dari Rp3.500.000 ke atas, tapi di Tokopedia dan Shopee kamu bisa menemukan listing yang menjual dengan harga Rp800.000 sampai Rp1.500.000 dengan klaim "original". Celah harga itulah yang dimanfaatkan penjual produk KW. Boots palsu memang terlihat mirip secara visual dari foto, tapi kualitas materialnya jauh berbeda, waterproofing-nya tidak berfungsi, dan sol karetnya cepat lepas. Panduan ini akan membantu kamu membedakan Timberland asli dari yang palsu sebelum transfer uang. TL;DR: 5 Poin Paling Krusial Kalau kamu tidak punya banyak waktu, fokus ke lima titik ini dulu: Teks interior boots -- di bagian dalam, teks seperti "GENUINE LEATHER UPPER" dan ukuran harus dicetak dengan ketebalan huruf yang konsisten. Palsu sering punya huruf G dan S yang terlalu tipis. Logo pohon di tumit -- logo tree Timberland pada yang a...

Cara Cek Keaslian Omega Seamaster: Panduan Legit Check Lengkap

Membeli Omega Seamaster bekas atau dari seller tidak resmi menyimpan risiko finansial yang tidak kecil. Harga aslinya mulai dari Rp100 juta ke atas, dan palsunya beredar luas di Tokopedia, Shopee, sampai grup jual beli jam tangan di media sosial. Beberapa replika kelas tinggi bahkan dijual dengan harga Rp3 juta sampai Rp10 juta dengan klaim 1:1 super clone, lengkap dengan box dan papers palsu yang dibuat sangat meyakinkan. Omega Seamaster bukan sekadar jam tangan. Ini adalah pilihan investasi yang nilainya bisa terjaga bahkan naik seiring waktu, tapi hanya kalau asli. Artikel ini membantu kamu memverifikasi keaslian Omega Seamaster secara mandiri sebelum memutuskan untuk membeli, baik dari private seller, marketplace, maupun reseller tidak resmi. TL;DR: 5 Poin Paling Krusial Kalau kamu tidak punya banyak waktu, fokus ke lima titik ini dulu: Pearl di bezel. Pearl (titik putih penanda pukul 12) harus presisi di tengah segitiga, tidak menutupi sisi kiri atau kanan, dan tidak ter...

Cara Cek Keaslian Edwin Jeans: Panduan Legit Check Denim Premium Jepang

Membeli Edwin Jeans bekas atau preloved lewat platform online menyimpan risiko yang tidak kecil. Selisih harga antara produk asli dan yang salah kaprah bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah, terutama untuk lini Made in Japan yang harganya dimulai dari Rp2,5 juta ke atas. Masalah lain yang sering bikin pembeli bingung: ada dua entitas berbeda yang sama-sama menggunakan nama "Edwin" di Indonesia. Satu adalah Edwin Japan, brand denim premium bersejarah yang berdiri sejak 1947. Satu lagi adalah Edwin Indonesia (edwinjeans.id), brand lokal yang tidak ada hubungannya dengan Edwin Japan dan menjual produk di kisaran Rp200.000-700.000. Kalau kamu sedang mencari Edwin Japan asli dan mendapat penawaran dengan harga "Edwin" di bawah Rp500.000, ada sesuatu yang perlu dicermati lebih jauh. Artikel ini fokus pada legit check Edwin Japan, brand denim Jepang premium yang jadi target pemalsuan dan miskomunikasi di pasar Indonesia. TL;DR: 5 Poin Paling Krusial Kalau ...